Anemia seringkali dialami oleh ibu-ibu hamil karena selama mereka menjalani masa kehamilannya produksi darah dari sang ibu tersebut berfungsi untuk menyangga pertumbuhan si janin didalam rahim yang menyebabkan ibu-ibu hamil membutuhkan sel darah merah yang sangat banyak supaya tubuhnya tetap sehat dan kuat. Maka dari itu, penyakit anemia pada seseorang ibu hamil seringkali terjadi dan itu harus dilakukan sebuah penanganan yang tepat supaya tidak menggangu kehamilan serta janinnya.
Inilah 3 Jenis Anemia pada Ibu Hamil
![]() |
| Ilustrasi gambar |
- Kandungan vitamin B12 ini berfungsi untuk tubuh dalam pembentukan sel-sel darah merah. Saat sedang masa kehamilan, seorang wanita yang tidak mendapatkan asupan vitamin B12 yang cukup ini, maka tubuhnya tak bisa memproduksi sel-sel darah merah yang sehat dalam jumlah yang cukup banyak. Ibu hamil yang pernah mengalami anemia defisiensi vitamin B12 wajib mengkonsumsi daging, telur dan susu supaya memperoleh vitamin B12.
![]() |
| Ilustrasi gambar |
- Anemia jenis ini bisa disebabkan oleh kurangnya kandungan zat besi didalam tubuh buat menghasilkan hemoglobin dalam jumlah yang banyak, yang mana nantinya akan menyebabkan darah didalam tubuh tidak bisa membawa oksigen yang cukup ke seluruh jaringan-jaringan didalam tubuh. Baca juga : Pengobatan Herbal Obat Batuk Untuk Anak-anak
![]() |
| Ilustrasi gambar |
- Jenis anemia yang ini merupakan jenis anemia yang disebabkan oleh kurangnya vitamin B didalam tubuh yang berfungsi sebagai penghasil sel-sel yang baru dan termasuk sel darah merah tersebut, sehingga selama masa kehamilan ibu hamil membutuhkan banyak kandungan folat tambahan.
![]() |
| Ilustrasi gambar |
Gejala Anemia Ketika Hamil
- Gejala anemia pada ibu-ibu hamil diantaranya kulit, bibir serta kuku terlihat pucat.
- Kepala akan terasa pusing karena kurangnya oksigen yang bisa dibawa ke semua jaringan.
- Merasakan sesak nafas ketika melakukan aktivitas sehari-hari.
- Mudah lelah, karena kurangnya asupan gizi didalam tubuh sehingga kekebalan tubuh jadi menurun.
- Detak jantung yang sangat cepat dan berdebar tak beraturan yang disebabkan oleh kurangnya oksigen didalam tubuh.
- Merasa mual-mual dan rambut gampang rontok.
![]() |
| Ilustrasi gambar |
Resiko Anemia pada Kehamilan
- Melahirkan bayi prematur.
- Melahirkan bayi dengan menderita gangguan tabung sarah.
- Mengalami depresi sesudah melahirkan.
- Membutuhkan transfusi darah kalau kehilangan banyak darah selama masa persalinan.
![]() |
| Ilustrasi gambar |
Hal-hal Yang Bisa Dilakukan Untuk Mencegah Anemia
- Konsumsi suplemen zat besi, suplemen vitamin B2 atau suplemen asam folat.
- Konsultasi ke dokter mengenai porsi asupan makanan yang bisa dikonsumsi anda selama masa kehamilan guna mencegah terjadinya anemia, misalnya seperti sayuran, daging merah, buah-buahan, telur dan lain-lain.
- Lakukanlah pemeriksaan pada darah guna melihat hemoglobin dan juga kadar hematokrit sehingga bisa diketahui apa ibu hamil mengalami anemia ataupun tidak sehingga bisa melakukan sebuah penanganan dini.
Nah, bagaiaman ibu-ibu hamil mengenai informasi dari Cara Mencegah Gejala Anemia Pada Ibu Hamil tersebut? Apakah anda bisa memahaminya? Jika anda seorang wanita yang sedang masa kehamilan, sebaiknya lakukan langkah-langkah diatas tersebut demi menjaga kesehatan tubuh dan juga janin. Terima kasih banyak...
Sumber berita : http://www.mellazahra.blogspot.co.id





